Jakarta

Jakarta Perkuat Implementasi Program Pembangunan Tahun Ini

Jakarta Perkuat Implementasi Program Pembangunan Tahun Ini
Jakarta Perkuat Implementasi Program Pembangunan Tahun Ini

JAKARTA - Memasuki tahun anggaran berjalan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memposisikan periode ini sebagai fase penajaman kebijakan agar dampaknya makin terasa di tingkat warga. 

Arah pembangunan tidak lagi sekadar menumpuk program, melainkan memastikan implementasi berjalan efektif dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat. 

Pesan itu disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam rangkaian Safari Ramadan, yang sekaligus menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah daerah dan warga untuk menakar sejauh mana kebijakan publik memberi manfaat.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan tahun ini merupakan momentum memperkuat implementasi program pembangunan, khususnya yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Tahun ini adalah tahun penguatan program. Kami ingin memastikan setiap kebijakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Jakarta,” kata Rano.

Capaian Program Quick Win Jadi Pijakan

Rano menyampaikan dalam kurun waktu setahun, 97 persen dari 40 program quick win yang dia dan Gubernur DKI Pramono Anung canangkan telah dilaksanakan. Menurut dia, capaian ini menjadi pijakan untuk melanjutkan program prioritas pada tahun anggaran berjalan. 

Pencapaian tersebut dipandang sebagai fondasi awal untuk memastikan kesinambungan kebijakan, sehingga program yang telah dimulai tidak berhenti di tengah jalan.

Capaian quick win juga disebut sebagai indikator awal bahwa arah kebijakan yang ditempuh telah berada di jalur yang direncanakan. Namun, pemerintah daerah menilai keberhasilan tidak cukup diukur dari persentase realisasi program semata. 

Yang lebih penting adalah memastikan program-program tersebut benar-benar memberi dampak langsung bagi kualitas hidup warga, baik dalam aspek layanan publik, infrastruktur, maupun kesejahteraan sosial.

Dalam konteks penguatan implementasi, Rano menekankan bahwa evaluasi akan terus dilakukan agar pelaksanaan kebijakan tetap adaptif terhadap dinamika di lapangan. Pemerintah daerah ingin memastikan setiap program prioritas tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga berfungsi efektif dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

Capaian quick win diposisikan sebagai modal awal untuk melangkah ke tahapan pembangunan berikutnya dengan fokus yang lebih tajam.

Tiga Tantangan Utama Ibu Kota

Rano melanjutkan ada tiga persoalan utama yang masih menjadi tantangan Ibu Kota, yakni banjir, kemacetan, dan kemiskinan kota. Dia memastikan ketiga isu tersebut menjadi fokus utama pemerintah provinsi dalam merumuskan kebijakan ke depan.

“Jakarta punya tiga persoalan besar, yaitu banjir, kemacetan, dan kemiskinan kota. Karena itu, seluruh strategi pembangunan kami arahkan untuk menjawab tiga tantangan tersebut secara bertahap dan berkelanjutan,” kata dia.

Ketiga persoalan tersebut dinilai saling terkait dan memerlukan pendekatan kebijakan yang komprehensif. Penanganan banjir, misalnya, tidak hanya menyangkut infrastruktur pengendalian air, tetapi juga penataan kawasan permukiman. 

Kemacetan memerlukan penguatan transportasi publik yang terintegrasi, sementara kemiskinan kota menuntut kebijakan sosial yang berpihak pada kelompok rentan. Pemerintah daerah menempatkan ketiga isu ini sebagai prioritas agar pembangunan yang dilakukan memiliki dampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga.

Dalam perumusan kebijakan ke depan, Pemprov DKI berupaya menjaga kesinambungan antara program jangka pendek dan rencana pembangunan jangka menengah. Fokus pada tiga tantangan utama tersebut diharapkan mampu menghadirkan perubahan yang terukur, sekaligus menjadi pijakan bagi upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat Jakarta secara bertahap.

Normalisasi Sungai Dan Penataan Bantaran

Terkait penanganan banjir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan melanjutkan program normalisasi Kali Kali Ciliwung serta penataan kawasan bantaran sungai. Dia menekankan pembebasan lahan dan relokasi warga akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Normalisasi sungai harus dilanjutkan agar fungsi aliran air kembali optimal. Kami ingin penataan ini berjalan tertib, adil, dan memberikan solusi hunian yang lebih layak bagi masyarakat,” tegas dia.

Langkah normalisasi sungai dipandang sebagai upaya struktural untuk mengurangi risiko banjir di wilayah-wilayah rawan. Penataan bantaran sungai juga diarahkan untuk memperbaiki kualitas lingkungan permukiman, sehingga kawasan di sekitar aliran sungai dapat menjadi ruang hidup yang lebih aman dan layak. 

Pemerintah menegaskan proses relokasi akan mengikuti aturan yang berlaku, dengan pendekatan yang mengedepankan aspek keadilan dan solusi hunian yang lebih baik bagi warga terdampak.

Kebijakan ini diharapkan tidak hanya berdampak pada pengurangan risiko banjir, tetapi juga memperbaiki tata ruang kota secara keseluruhan. Penataan bantaran sungai diposisikan sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk mengembalikan fungsi ekologis aliran air sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman di sekitarnya.

Transportasi Publik Dan Subsidi Mobilitas

Dalam hal transportasi, Rano mengatakan Pemprov DKI akan terus memperluas konektivitas angkutan umum melalui pengembangan TransJabodetabek. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi kemacetan tanpa menambah beban pembangunan jalan baru.

“Kami tidak bisa terus-menerus menambah jalan karena keterbatasan lahan. Karena itu, penguatan transportasi publik menjadi strategi utama untuk mengurai kemacetan,” kata dia.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta tetap melanjutkan kebijakan subsidi transportasi bagi 15 golongan masyarakat. Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kelompok rentan.

“Subsidi transportasi umum kami anggarkan cukup besar setiap tahun. Ini adalah komitmen kami agar akses mobilitas warga tetap terjangkau dan inklusif,” kata dia.

Di luar aspek teknis pembangunan, Rano juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong dalam membangun Jakarta. Dia berharap momentum Ramadan dapat memperkuat persatuan dan kepedulian sosial antarwarga.

“Jakarta ini milik kita bersama. Yang bisa menjaga serta membangunnya adalah kita sendiri. Saya berharap Ramadan ini membawa keberkahan dan mempererat kebersamaan kita semua,” kata dia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index