Harga Pangan Hari Ini 24 Februari 2026: Telur, Ayam dan Cabai Rawit Melonjak

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:08:15 WIB
Harga Pangan Hari Ini 24 Februari 2026: Telur, Ayam dan Cabai Rawit Melonjak

JAKARTA - Fluktuasi harga pangan kembali jadi sorotan di awal pekan ini. Sejak pagi hari, pergerakan harga sejumlah kebutuhan pokok terpantau belum sepenuhnya mereda. 

Tekanan pada komoditas tertentu masih terasa di tingkat konsumen, terutama pada kelompok protein hewani dan cabai. 

Di tengah kondisi tersebut, sebagian bahan pangan pokok seperti beras relatif menunjukkan kestabilan, meskipun berada di rentang harga yang mendekati batas atas acuan nasional.

Berdasarkan pantauan Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Selasa pukul 08.46 WIB, harga beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog di tingkat konsumen nasional tercatat Rp12.365 per kilogram. 

Angka ini masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) nasional sebesar Rp12.500–Rp13.500 per kilogram. Rata-rata harga beras medium non-SPHP berada di level Rp13.794 per kilogram dan beras medium Rp13.216 per kilogram di tingkat konsumen. 

Untuk beras khusus lokal, harga rata-ratanya mencapai Rp16.074 per kilogram, sedangkan beras premium berada di kisaran Rp15.391 per kilogram. Data tersebut menunjukkan bahwa kelompok beras relatif stabil, meski jaraknya dengan HET semakin tipis di beberapa segmen.

Pergerakan Harga Beras Masih Terkendali

Stabilnya harga beras menjadi penahan tekanan inflasi pangan di tengah kenaikan pada komoditas lain. Beras SPHP Bulog yang berada di bawah HET nasional mencerminkan upaya stabilisasi pasokan masih berjalan di tingkat konsumen. 

Meski demikian, selisih harga yang kian sempit menandakan perlunya pengawasan distribusi agar tidak terjadi lonjakan harga mendadak, terutama menjelang periode permintaan tinggi.

Selain beras SPHP, harga beras medium non-SPHP dan beras medium menunjukkan perbedaan tipis. Hal ini menggambarkan preferensi konsumen terhadap jenis beras tertentu masih memengaruhi struktur harga di pasar. 

Sementara itu, beras khusus lokal dan beras premium berada di level yang lebih tinggi, mencerminkan segmentasi kualitas dan permintaan. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pasar beras relatif stabil, namun tetap perlu diantisipasi dari sisi pasokan dan distribusi agar tidak terdorong naik oleh tekanan komoditas lain.

Lonjakan Cabai Dan Bumbu Dapur

Di luar beras, komoditas hortikultura masih menghadapi tekanan harga. Harga cabai rawit merah berada di level tinggi, yakni Rp72.566 per kilogram, melampaui rentang harga acuan penjualan (HAP) nasional Rp40.000–Rp57.000 per kilogram. 

Cabai merah keriting tercatat Rp44.710 per kilogram, masih berada dalam rentang HAP nasional Rp37.000–Rp55.000 per kilogram. Adapun cabai merah besar dijual rata-rata Rp39.081 per kilogram di tingkat konsumen.

Tekanan harga juga terlihat pada bawang merah yang dibanderol Rp39.724 per kilogram, masih dalam rentang HAP nasional Rp36.500–Rp41.500 per kilogram. Bawang putih bonggol tercatat Rp37.960 per kilogram, hampir mendekati HAP nasional Rp38.000–Rp40.000 per kilogram. 

Kondisi ini mencerminkan bahwa bumbu dapur utama masih berada di zona rawan kenaikan, terutama cabai rawit merah yang sudah melampaui rentang acuan nasional.

Harga Protein Hewani Dan Perikanan

Kenaikan juga terjadi pada kelompok protein hewani. Harga rata-rata telur ayam ras tercatat Rp30.896 per kilogram, naik 2,99% dibandingkan HAP nasional Rp30.000 per kilogram. 

Harga daging ayam ras berada di level Rp40.266 per kilogram, atau naik 0,67% dari HAP nasional Rp40.000 per kilogram. Di sisi lain, harga daging sapi murni justru turun 0,87% dari HAP nasional Rp140.000 per kilogram menjadi Rp138.783 per kilogram secara rata-rata nasional.

Untuk daging kerbau, harga daging kerbau segar lokal tercatat Rp141.667 per kilogram, sedangkan daging kerbau beku impor berada di level Rp108.409 per kilogram.

 Sementara itu, komoditas perikanan menunjukkan harga ikan kembung Rp46.312 per kilogram, ikan tongkol Rp37.823 per kilogram, dan ikan bandeng Rp36.073 per kilogram di tingkat konsumen. Data ini memperlihatkan bahwa sumber protein hewani mengalami dinamika beragam, dengan telur dan ayam ras masih berada di atas acuan harga, sedangkan daging sapi cenderung lebih rendah.

Minyak Goreng Dan Bahan Pokok Lainnya

Pada kelompok minyak goreng, harga minyak goreng kemasan berada di level Rp20.801 per liter, sementara minyak goreng curah Rp17.538 per liter. Harga rata-rata nasional Minyakita tercatat Rp16.858 per liter, masih di atas HET yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Selisih harga ini menunjukkan tekanan harga minyak goreng belum sepenuhnya mereda di tingkat konsumen.

Komoditas lain juga menunjukkan variasi pergerakan harga. Harga gula konsumsi tercatat Rp18.130 per kilogram, garam konsumsi Rp11.263 per kilogram. Tepung terigu kemasan dijual Rp12.562 per kilogram, sementara tepung terigu curah Rp9.310 per kilogram. 

Untuk sektor pakan ternak, harga jagung pakan naik 12,28% dari HAP nasional Rp5.800 per kilogram menjadi Rp6.512 per kilogram. Di sisi lain, harga kedelai biji kering impor turun dari HAP nasional Rp12.000 per kilogram menjadi Rp10.755 per kilogram secara nasional.

Keseluruhan pergerakan harga ini menunjukkan bahwa tekanan pangan masih terkonsentrasi pada cabai, telur, dan daging ayam ras, sementara beras relatif stabil. Dinamika tersebut menuntut pengawasan distribusi dan pasokan agar fluktuasi harga tidak semakin melebar di tingkat konsumen.

Terkini