JAKARTA - Berbuka puasa kerap dimulai dengan sajian sederhana yang mampu mengembalikan energi tubuh dengan cepat. Di tengah ragam takjil yang kini semakin variatif, kurma tetap punya tempat istimewa di hati banyak orang.
Buah manis ini sudah lama menjadi simbol pembuka puasa, bukan hanya karena tradisi, tetapi juga karena kandungan nutrisinya yang membantu tubuh pulih setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Dalam perkembangannya, cara menikmati kurma pun ikut bertransformasi. Jika dulu kurma dikonsumsi secara polos atau diolah menjadi minuman, kini hadir kreasi yang lebih modern, salah satunya kurma keju.
Perpaduan rasa manis alami kurma dengan gurihnya keju menghadirkan sensasi baru yang membuat takjil terasa lebih menarik. Tak sedikit orang yang penasaran, seberapa besar kandungan kalori dalam kurma keju jika dijadikan menu berbuka puasa.
Kurma bukan sekadar buah, melainkan teman setia masyarakat Indonesia saat bedug Magrib bertalu. Rasanya yang manis menjadikannya pilihan utama takjil untuk mengembalikan energi seketika setelah seharian berpuasa.
Namun, Ramadan kali ini membawa tren baru dalam menikmati buah surgawi ini: kurma keju. Inovasi ini mengubah cara lama menyantap kurma menjadi pengalaman kuliner yang lebih modern dan kaya rasa.
Secara medis, kurma adalah paket lengkap. Buah ini mengandung gula sederhana yang memberikan dorongan energi instan, sekaligus karbohidrat kompleks yang melepaskan energi secara perlahan sepanjang hari. Tak heran jika Nabi Muhammad SAW pun menganjurkannya sebagai menu berbuka. Kini, kurma tidak lagi hanya dinikmati secara polos.
Selain diolah menjadi jus, susu kurma, atau selai, paduan dengan keju kini tengah naik daun, terutama di kalangan generasi muda yang mencari camilan praktis namun tetap bergizi.
Meski terasa kekinian di Indonesia, kombinasi kurma dan keju sebenarnya adalah hidangan tradisional yang sudah lama eksis di Timur Tengah.
Perpaduannya menciptakan harmoni rasa yang unik. Manisnya kurma yang pekat diseimbangkan oleh gurih dan sedikit asinnya keju. Tekstur daging kurma yang kenyal bertemu dengan kelembutan cream cheese atau gurihnya cheddar.
Bagi mereka yang sebelumnya kurang menyukai kurma karena dianggap terlalu manis, tambahan keju ini menjadi solusi agar rasanya lebih seimbang dan tidak membosankan.
Kurma Sebagai Sumber Energi Alami Saat Puasa
Kurma dikenal mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang cepat diserap tubuh. Kandungan ini membuat kurma efektif membantu mengembalikan energi dengan cepat saat berbuka.
Selain itu, kurma juga memiliki serat yang berperan menjaga rasa kenyang lebih lama sehingga membantu mengontrol porsi makan setelah berbuka puasa.
Di balik rasanya yang manis, kurma juga mengandung mineral penting seperti kalium yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Inilah alasan kurma sering dianjurkan sebagai makanan pembuka puasa. Dengan konsumsi yang wajar, kurma membantu tubuh beradaptasi dari kondisi puasa menuju waktu makan tanpa membuat sistem pencernaan “kaget”.
Perpaduan Kurma dan Keju yang Sedang Tren
Kreasi kurma keju hadir sebagai jawaban bagi mereka yang ingin menikmati takjil dengan cita rasa berbeda. Keju memberikan sentuhan gurih yang memperkaya rasa manis kurma. Kombinasi ini juga membuat camilan terasa lebih “mengenyangkan” karena keju mengandung lemak dan protein.
Meski begitu, paduan ini sebaiknya tetap dinikmati dengan porsi terkontrol. Kurma dan keju sama-sama memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi.
Jika dikonsumsi berlebihan, takjil ini justru bisa menyumbang kalori berlebih yang tidak sejalan dengan tujuan menjaga pola makan seimbang selama Ramadan.
Kandungan Kalori Kurma Keju Per Porsi
Meski lezat dan mengenyangkan, Anda perlu memperhatikan kandungan kalorinya, terutama jika menggunakan krim keju (cream cheese). Jika kita ambil contoh keju yang digunakan adalah cream cheese, maka kalori cream cheese (krim keju) umumnya berkisar antara 45–50 kkal per satu sendok makan (sekitar 14–15 gram).
Dalam 100 gram, krim keju mengandung sekitar 295–350 kkal. Sebagian besar kalori (sekitar 87–90 persen) berasal dari lemak, menjadikannya tinggi lemak dan kalori, sehingga sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah sedang.
Sementara itu, kurma mengandung sekitar 20–60 kalori per butir, tergantung jenis dan ukurannya, dengan rata-rata 100 gram kurma kering menyumbang sekitar 280–300 kkal. Artinya, satu porsi kurma keju bisa mengandung kalori yang cukup signifikan, apalagi jika isian keju yang digunakan cukup banyak.
Tips Menikmati Kurma Keju dengan Bijak
Agar tetap bisa menikmati kurma keju tanpa rasa khawatir, kuncinya ada pada pengaturan porsi. Cukup konsumsi satu atau dua butir sebagai pembuka puasa, lalu imbangi dengan air putih dan makanan utama yang seimbang. Hindari menjadikan kurma keju sebagai camilan utama dalam jumlah besar karena kandungan lemak dari keju cukup tinggi.
Membuat kurma keju sendiri juga bisa menjadi pilihan agar porsi keju lebih terkontrol. Caranya sederhana, belah satu sisi kurma tanpa memutusnya, keluarkan biji, lalu isi bagian tengah dengan keju pilihan seperti cream cheese, keju cheddar, atau keju slice.
Tutup kembali perlahan, dan kurma keju siap dihidangkan. Dengan membuat sendiri, Anda bisa menyesuaikan takaran agar tetap selaras dengan kebutuhan kalori harian selama puasa.
Pada akhirnya, kurma keju tetap bisa menjadi bagian dari menu berbuka puasa yang menyenangkan. Selama dikonsumsi dengan bijak dan tidak berlebihan, takjil kekinian ini dapat melengkapi momen berbuka tanpa mengorbankan prinsip pola makan seimbang selama Ramadan.